Selasa, 09 Juni 2015

Rindu Kamu

Rindu Kamu

Kusandarkan tubuhku yang terasa kaku
Ku terbuai dalam alunan lagu nan syahdu
Kurasakan hatiku yang kini sedang merindu
Kuingat kamu yang terus mengisi hari-hariku

Indahnya kenangan bersamamu
Senyumanmu yang kadang membuatku tersipu
Bayanganmu yang terus menghampiriku
Suaramu terdengar syahdu di telingaku

Namamu terukir indah di dalam hatiku
Ku ingat slalu nasehatmu duhai matahariku
Meskipun kau sudah pergi dengan pilihanmu
Aku ikhlaskan semua hanya untukmu



Pemandangan Berduri

Pemandangan Berduri

Bertahun-tahun kuimpikan
Berjuta harapan kubayangkan
Kini semua hancur berantakan
Sangat tragis dan memilukan

Aku tak tau apa yang terjadi kemudian
Saat ku melihat kau bersanding di pelaminan
Mungkin aku bisa tertawa di atas duka
Untuk menyimpan luka dan air mata

Bagaimana aku bisa menghapus kepahitan ini
Sedangkan yang ada di sampingmu keluargaku sendiri
Ya kamu sudah menjadi bagian dari keluargaku
Namun tetap tak bisa berdampingan dan berlainan perahu

Ada hal yang membuatku tak bisa lari dari kenyataan
Setiap hari harus bertemu dalam satu halaman
Shalat bersama dalam satu bangunan
Mendengar bacaan shalatmu yang menentramkan
Mendengar tausiahmu yang menyejukkan
Membuatku semakin sulit melupakan

Inikah sebuah takdir kehidupan yang harus kuhadapi
Hanya bisa menikmati pemandangan surgawi
Memandang namun tak bisa mencicipi
Dan hanya menyisakan duri

Sungguh perasaan yang tak bisa ku dustai
Takdir pun tak bisa ku pungkiri
Inilah yang harus terjadi
Dan harus kuhadapi




Mengejar Bayangan

Mengejar Bayangan

Hari demi hari kita lalui
Suka dan duka datang silih berganti
Semua itu terjadi atas izin Ilahi
Itulah kehidupan penuh misteri

Sama halnya kisah cinta antara kita berlima
Terdengar mengasyikkan tapi menyakitkan
Cinta berbentuk persegi dan saling kejar-kejaran
Tak ada yang mau menyerah untuk mendapatkannya

Mungkin nanti akan terhenti disaat semua tak lagi berdaya
Itukah cinta yang kau sebut dengan pengorbanan
Tapi bukankah itu melelahkan dan menyakitkan
Aku pun serba salah dan bingung harus berbuat apa

Aku ikut berlari karena sangat ketakutan
Bukan ingin kejar-kejaran seperti perlombaan
Teriakanku seolah tak kalian hiraukan
Sehingga ku terus berlari tak sempat memberi penjelasan

Sekarang ku sudah lelah tak berdaya
Saatnya ku menjelaskan semuanya
Tapi kalian tak mau memahami dan mengerti
Bahkan ingin mengikatku sampai mati

Tidak kah kalian lelah dengan semua ini
Berlari mengejar bayangan yang tiada arti
Hanya menambah sayatan-sayatan belati
Bahkan bisa mematikan jika kalian tak mau berhenti

Kata Hati yang Belum Tersampaikan

Kata Hati yang Belum Tersampaikan

Ketika mentari menampakkan wajahnya
Bunga-bunga bermekaran indah mempesona
Burung-burung beterbangan bersukaria
Jiwaku merasa tenang dan bahagia

Ku alunkan nada-nada cinta
Bersama tarian embun di pagi buta
Ku ungkapkan semua rasa yang ada
Rasa cinta yang terus membara

Aku jatuh cinta padamu di saat pandangan pertama
Waktu kau lewat di depan rumahku dengan gagahnya
Walaupun pemandangan sekejap namun membuatku tak berdaya
Hingga sekarang ku tak bisa melupakannya
               
Memang kau disukai banyak wanita
Akhlakmu telah membuat wanita jatuh cinta
Tausiahmu juga yang membuat wanita tergila-gila
Ketundukanmu kepada Ilahi membuat wanita ingin memilikinya

Walaupun kita hanya bertemu setahun sekali
Dan itupun di saat hari raya idul fitri
Namun wajahmu tetap terlukis indah di dalam hati
Hingga saat ini dan sampai nanti

Akankah kau tahu perasaan ini
Terlanjur cinta dan sudah terpatri
Perasaan memang tak bisa ku dustai
Namun bisa kupendam sampai mati

Ku berharap setelah pulang nanti
Bisa melihatmu kembali
Walaupun yang terakhir kali
Untuk mengobati hati ini