Senin, 19 Mei 2014

Laa ilaha illallah

Laa ilaha illallah

Wahai sang pemilik kasih
Pengatur jagat raya
Engkau tak pilih kasih
Tebarkan rahmat tiada terkira

Asma-Mu kusebut seiring napasku
Seirama aliran darahku
Mengalir di ujung lidahku
Ucapan syukur menghias bibirku

Jiwa dan raga menyatu dengan kalimah Laa ilaha illallah
Tidak ada Tuhan selain Allah
Hanya Engkau yang patut disembah
Sampai daku terkalang tanah

Pikiran  tenang dikala menyebut asma-Mu
Tubuhku bergetar karena rindu
Hilang segala penat yang dirasa
Lenyaplah semua derita

Begitulah hikmah yang kurasa
Dalam alunan nada kesucian asma-Nya
Siapapun pun pasti terbuai karena kekuatan-Nya
Hingga lupakan sekelilingnya

NAMAKU

Puisi nama
Naunganmu yang tak pudar ditelan masa
Obat penawar rindu hatiku
Oh jiwaku angan-anganku dalam satu lamunan
Rasa dan raga menyatu dalam satu tujuan
Jejak tinta ini menjadi saksi kebisuanku
Asa menuntunku untuk menulisnya
Namun sayang raganya tak menyaksikan
Andai dia ada disampingku
Hati inginkan dirinya memeluk ragaku selamanya

LUKISAN RINDU

LUKISAN RINDU

Gelapnya malam tak ada cahaya
Bintang-bintang pun menghilang entah kemana
Kulinangkan rindu diujung mata
Hingga terlarut dalam buaian angin yang menerpa

Kunikmati kesepian-kesepian ini
Ku bingkai indah namamu di dalam hati
Mengingat kenangan indah masa lalu
Saat melihat senyum manismu

Wahai kasih disana
Mengapa kau tak ada berita
Kau tak tahu apa yang ada di hatiku
Kau tak tahu jika aku khawatirkanmu

Ku kan tetap menunggu
Walaupun kau tak pernah tahu
Sampai kau kembali dalam dekapku
Dan berjanji setia padaku

Ini hanya sekedar lukisan hatiku saat ini
Dan entah seperti apa disuatu hari nanti
Apakah kau akan kembali
Atau kau terus berlari



Terjerat Cinta Semu

Terjerat Cinta Semu

Kau hanya bayangan semu
Setiap hari selalu menghantuiku
Aku lelah dengan semua tingkahmu
Hanya goresan yang kau sisakan untukku

Air mata tak mampu lagi kusapu
Napasku terengah pikiranku buntu
Menguapkan asa yang kian membeku
Menebur bumbu-bumbu pilu

Sudah lama kusimpan raut wajahmu
Kini kutarik langkahku dari perasaan itu
Terimakasih untuk kebaikanmu
Untuk janji-janji manismu

SEMANGATMU MEMBANGKITKANKU

SEMANGATMU MEMBANGKITKANKU

Di tengah hiruk pikuknya keramaian kota
Terlihat diimpiran di sudut kota
Terik mentari dan debu tak menghalangi semangat mereka
Menjadi anak yang berguna

Janjiku padamu bangsa
Titik peluhku pada mereka
Semangatku adalah juang mereka
Banggaku padamu anak bangsa

Bila esok mentari menampakkan cahaya
Akan ku tantang dengan segenap upaya
Bahwa sinarkulah yang kelak menerangi jalan mereka
Dalam gelapnya dunia